Waru merupakan tanaman tropis berbatang sedang yang biasa
tumbuh liar di ladang dan hutan. Terkadang tanaman waru juga ditanam di
pekarangan rumah sebagai pohon pelindung.
Daun tanaman waru yang masih muda bisa dimakan sebagai
sayuran, kulit kayunya yang berserat bisa digunakan untuk membuat tali.
Daun waru berkhasiat untuk mengobati penyakit peluruh
kencing dan peluruh dahak. Sedangkan akarnya berkhasiat untuk menurunkan panas
dan sebagai peluruh haid.
Di setiap daerah waru mempunyai nama
berbeda. Di Sumatera, misalnya, dimaksud kioko, siron, baru, buluh, bou, tobe,
baru, beruk, melanding. Di Jawa diesbut waru, waru laut, waru lot, waru lenga,
waru lengis, waru lisah, waru rangkang, wande, baru. Di Nusa Tenggara baru,
waru, wau, kabaru, bau, fau. Di Sulawesi balebirang, bahu, molowahu, lamogu,
molowagu, baru, waru. Di Maluku war, papatale, haru, palu, faru, haaro, fanu,
halu, balo, jika, pa. Di Papua kasyanaf, iwal, wakati.
Pohon waru (Hibiscus tiliaceus L)
yaitu tumbuhan tropis berbatang sedang serta kerap didapati tumbuh di pantai
yang tidak berawa atau di dekat pesisir. Waru juga tumbuh liar di hutan serta
di ladang. Terkadang ditanam di pekarangan atau tepi jalan juga sebagai pohon
pelindung.
Di tanah subur, batang waru dapat
tumbuh lurus. Namun di tanah tidak subur batangnya tumbuh membengkok dengan
percabangan serta daun lebih lebar. Pohon waru dapat tumbuh setinggi pada lima
serta 15 m. Batang berkayu, bulat, bercabang, berwarna cokelat. Daun
bertangkai, tunggal, berbentuk jantung atau bundar telur, diameter sekitar 19
cm.
Manfaat paling utama flavonoid dalam
tubuh manusia yaitu sebagai antioksidan yang dapat menghalangi sistem penuaan
serta menghindar perubahan sel kanker. Flavonoid juga berfungsi sebagai
melindungi susunan sel dalam tubuh, meningkatkan penyerapan serta pemakaian
vitamin C dalam tubuh, sebagai obat anti-inflamasi serta masih banyak yang
lain. Zat saponin mempunyai khasiat mengikat kolesterol dalam darah. Plifenol
dapat juga berguna juga sebagai antiseptik serta antioksidan.
” Dilihat dari sebagian kandungan
yang ada dalam daun waru, telah dapat di pastikan tumbuhan itu mempunyai banyak
manfaat, ” kata Syarief. Selain itu, saat ini juga dikembangkan pemakaian kulit
pohin waru juga sebagai obat antikanker.
Manfaat Daun Waru diantara nya :
1. TB Paru
Potong-potong segenggam daun waru
segar, lantas bersihkan. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus
hingga air tersisa seputar 3/4. Sesudah dingin, saring serta tambahkan air gula
ke air saringan, lalu minum, satu hari tiga kali masing-masing 3/4 gelas minum.
2. Batuk
Bersihkan 10 lembar daun waru fresh,
lantas potong-potong. Imbuhkan tiga gelas minum air bersih, lantas rebus hingga
air tersisa 3/4. Sesudah dingin saring serta minum air saringan satu hari tiga
kali, semasing 1/3 sisi. Saat sebelum minum, imbuhkan madu seperlunya.
3. Batuk berdahak
Bersihkan 10 lembar daun waru yang
masih muda hingga bersih, tambahkan gula batu seukuran telur burung merpati.
Imbuhkan tiga gelas air bersih, lantas rebus hingga air tersisa 3/4 sisi.
Sesudah dingin, saring serta minum air saringan itu satu hari tiga kali minum,
masing-masing 1/3 sisi.
4. Radang amandel
Bersihkan segenggam daun waru fresh,
lalu rebus dalam dua gelas air bersih sampai air rebusan tersisa satu 1/2
gelas. Sesudah dingin, saring, serta berkumurlah dengan air saringan, lalu
minum satu hari tiga-empat setiap kali cukup seteguk.
5. Radang usus
Makan daun waru muda yang masih
tetap kuncup sebagai lalap.
6. Berak darah serta llendir pada
anak
Bersihkan tujuh lembar daun waru
muda (yang masih tetap kuncup) hingga bersih. Tambahkan 1/2 cangkir air sembari
remas-remas hingga air mengental seperti selai. Tambahkan gula aren sebesar
kacang tanah sembari aduk hingga larut. Peras serta saring dengan sepotong kain
halus. Minum air saringan sekalian.
7. Muntah darah
Bersihkan 10 lembar daun waru fresh
hingga bersih, lantas giling halus. Tambahkan secangkir air minum sembari
remas-remas. Setelah itu saring serta tambahkan air gula secukupnya ke dalam air
saringan, lalu minum sekalian.
8. Rambut rontok
Bersihkan 30 lembar daun waru fresh
serta 20 daun randu fresh (Ceiba pentandra Gaertn), lantas giling hingga halus.
Tambahkan dua sendok makan minyak jarak serta air perasan satu buah jeruk
nipis, sembari aduk hingga rata. Saring ramuan itu dengan sepotong kain sembari
peras. Gunakan air perasan untuk menggosok kulit kepala sambil pijat ringan.
Lakukan sore hari sesudah mandi, lantas bungkus rambut dengan handuk atau
sepotong kain. Setelah itu bersihkan rambut esok harinya. Lakukan tiga kali
seminggu.
9. Penyubur rambut
Bersihkan 15 lembar daun waru muda,
lantas remas-remas dalam satu gelas air bersih sampai air seperti selai.
Setelah itu, peras serta saring dengan sepotong kain. Embunkan cairan yang terkumpul
selama semalam. Keesokan hari, pakai cairan itu untuk membasahi rambut serta
kulit kepala. Alhasil, kepala jadi sejuk serta rambut tumbuh lebih subur.
10. Disentri
Ambillah daun waru yang masih tetap
muda atau masih tetap kuncup, bersihkan bersih gunakan sebagai lalap.
Semoga bermanfaat

No comments:
Post a Comment