Berikut manfaat kandungan nutrisi
buah pisang untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
Mengandung vitamin C dan B6
Satu buah pisang mengandung sekitar
10mg vitamin C atau sekitar 15% dari rekomendasi harian. Kemudian Vitamin B,
biasanya ditemukan pada produk hewani, tetapi pisang ternyata juga merupakan
sumber vitamin B6 yang disebut pyridoxine.
Satu buah pisang menyediakan 35%
dari rekomendasi vitamin B6 harian. Tubuh menggunakan vitamin ini untuk
menumbuhkan sel-sel baru. Ada beberapa kandungan lain meski jumlahnya kecil,
yakni magnesium, kalsium, fosfor, vitamin A dan E, folat, karoten, serta asam
amino.
Memiliki kandungan serat dan mangaan
Satu buah pisang mengandung sekitar
3 gram serat. Selain menyehatkan saluran cerna, serat membantu untuk menjaga
perut terasa kenyang lebih lama. Sedangkan mangaan sendiri merupakan mineral
untuk menjaga metabolisme tulang tetap sehat.
Potasium
Buah ini sangat terkenal akan
kandungan potasiumnya, mencapai 400 mg dalam pisang berukuran sedang, sebaiknya
sering Anda konsumsi untuk menjaga kesehatan jantung. Kemudian sangat baik
untuk fungsi otot-saraf, serta menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Dan
ternyata, bisa mencegah kram otot setelah olahraga.
Kalori
Tenaga manusia dihasilkan oleh
pembakaran kalori dalam tubuh, dalam sehari seorang yang sudah dewasa
membutuhkan asupan kurang lebih 2000 kalori sesuai kebutuhan. Jika Anda ingin
badan lebih gemuk, silahkan konsumsi makanan yang mengandung banyak kalori
lebih dari angka diatas. Begitu juga sebaliknya, Anda ingin kurus, tinggal
kurangi porsi kalori nya.
Buah pisang sendiri mengandung
rata-rata 110 kalori, wajar saja ketika Anda konsumsi dalam jumlah banyak akan
terasa kenyang dan bertenaga. Yang membuat menarik adalah, bebas dari kandungan
lemak dan kolesterol. Sangat cocok buat Anda yang menjalani program diet sehat.
Karbohidrat
Fungsinya hampir sama yaitu
menghasilkan energi. Dengan konsumsi beberapa buah pisang mampu mengganjal
perut Anda terasa kenyang hingga makan siang tanpa cemilan lain. Seiring waktu,
sistem pencernaan dalam perut Anda akan ikut terbantu agar tetap lancar. Jadi,
anggapan bahwa karbohidrat tinggi menyulitkan dan membuat sembelit ternyata
kurang benar.

No comments:
Post a Comment