Rambut Rontok atau alopecia dapat mempengaruhi kulit kepala dan juga seluruh
tubuh kita. Rambut rontok bisa jadi karena faktor keturunan, obat-obatan atau
bisa juga karena kondisi medis yang mendasari. Siapa saja baik pria, wanita dan
anak-anak bisa mengalami masalah kerontokan rambut.
Kebotakaan biasanya mengacu pada
kerontokan rambut yang berlebihan. Sebagian orang memilih cuek dan membiarkan
rambut rontok dengan sendirinya, sementara oran lain mungkin berusaha
menutupinya dengan gaya rambut, makeup, topi, dsb.
Ada juga yang memilih mengatasi
rambut rontok dengan cara pengobaan dan juga operasi untuk mengatsi kerontokan
rambut, Anda termasuk yang mana?
Sebelum mencoba berbagai cara
mengatasi kerontokan rambut, sebaiknya konsul dulu ke dokter untuk menemukan
penyebabnya dan cara atau obat yang terbaik untuk jenis rambut Anda, begitu..
Gejala Rambut Rontok
Rambut rontok bisa terjadi terjadi
karena beberapa alasan, tergantung pada masalah yang menyebabkan timbulnya
kerontokan rambut. Rambut rontok bisa terjadi secara tiba-tiba atau secara
bertahap. Beberapa jenis rambut rontok sifatnya hanya sementara saja dan lainya
biasanya tetap. Tanda dan gejala kerontokan rambut mungkin termasuk:
Menipis secara bertahap
Jenis gejala ini merupakan yang
paling umum, bisa terjadi pada pria dan wanita. Pada pria, rambut sering secara
bertahap rontok dari dahi, sehinga membentuk garis yang menyerupai huruf M.
Pada wanita biasanya garis rambut dahi bertahan namun mengalami kerontokan
bagian dalam rambut.
Bintik botak tidak merata
Beberapa orang mengalami
bintik-bintik botak dengan ukuran sekitar 2,6 cm. Gejala rambut rontok seprti
ini biasanya tidak hanya terjdai pada kepala tapi kadang-kadang terjadi pada
jengot dan alis. Dalam beberapa kasus, kulit terasa gatal sebelum rambut
rontok.
Rambut tiba-tiba mengendur
Kejutan fisik atau emosional bisa
menyebabkan rambut jadi kendur. Segenggam rambut bisa terbawa ketik menyisir atau
keramas dan bahkan hanya dengan menarik rambut saja, ini merupakan efek dari
rambut kendur. Jenis gejala ini bisa menyebabkan rambut menipis.
Rambut rontok seluruh tubuh
Beberapa kondisi dan perawatan medis
seperti kemoterapi dapat menyebabkan rontoknya rambut di seluruh bagain tubuh,
namun biasanya rambut akan tumbuh lagi setelah perawatan berakhir.
Penyebab Rambut Rontok
Kebanyakan orang biasanya kehilangan
50 sampai 100 helai rambut setiap hari, ini masih termasuk rontok yang normal.
Dengan berambahnya usia, rambut akan cenderung menipis secara bertahap.
Penyebab rambut rontok bisa terjadi karena faktor hormonal, kondisi medis dan
obat-obatan.
Faktor Hormonal
Penyebab keromtokan rambut yang
paling umum adalah keturunan kebotakaan, yang bisa dialami baik pria maupun
wanita. Pada orang yang rentan secara genetik, hormon seks terterntu dapat
memicu pola keromntokan rambut permanen.
Perubahan dan ketidakseimbangan
hormon juga bisa menjadi penyabab rambut rontok. Kasus seperti ini bisa terjadi
karena kehamilan, melahirkan, penghentian minum pil KB atau menopouse.
Kondisi Medis
Ada berbagai kondisi medis yang bisa
menyebabkan rambut rontok, seperti misalnya:
1. Masalah tiroid – kelenjar tiroid
membantu mengatur hormon dalam tubuh, jika kelenjar ini tidak dapat bekerja
dengan baik, bisa menyebabkan rambut rontok.
2. Alopecia areata – Penyakit ini
terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut tubuh sehingga
menyebabkan rambut rontok.
3. Infeksi kulit kepala. Infeksi,
seperti kurap, dapat menyerang rambut dan kulit kepala, yang menyebabkan rambut
rontok. Setelah infeksi diobati, biasanya rambut akan tumbuh kembali.
4. Gangguan kulit. Penyakit yang
dapat menyebabkan jaringan parut, seperti lichen planus dan beberapa jenis
lupus, dapat menyebabkan rambut rontok permanen di bagian bekas luka.
Obat
Rambut rontok dapat disebabkan oleh
obat-obatan yang digunakan untuk mengobati: kanker, arthritis, depresi, masalah
jantung, tekanan darah tinggi
Penyebab lainnya
Rambut rontok juga bisa terjadi
akibat:
1. Kejutan fisik atau emosional –
Banyak orang yang mengalami penipisan rambut setelah mengalami kejadian yang
mengejutkan secara fisik atau emosional, seperri misalnya tiba-tiba kehilangan
atau berat badan meningkat, demam tinggi dan meninggalnya anggota keluarga.

No comments:
Post a Comment