Tapak kuda merupakan tanaman
perambat yang tumbuh di tanah yang berbatu-batu dan mengandung pasir. Warna
batangnya hijau kecoklatan, daunnya agak bulat berwarna hijau dan bunganya
berwarna ungu berbentuk seperti corong atau terompet.
Daun tapak kuda mengandung myristic
acid, behenic acid dan melissic acid. Daunnya yang kering mengandung antistine.
Tapak kuda merupakan tanaman
perambat yang tumbuh di tanah yang berbatu-batu dan mengandung pasir. Warna
batangnya hijau kecoklatan, daunnya agak bulat berwarna hijau dan bunganya
berwarna ungu berbentuk seperti corong atau terompet.
Daun tapak kuda mengandung myristic
acid, behenic acid dan melissic acid. Daunnya yang kering mengandung antistine.
Tapak kuda bisa digunakan untuk mengobati reumatik, pembengkakan gusi, sakit
otot, sakit gigi dan wasir.
Tanaman tapak kuda adalah salah satu
sejenis terna yang dimasukkan dalam familia Convolvulaceae yang berbatang basah
dengan panjang mencapai 30 m, merambat atau merayap di atas permukaan tanah
dengan warna khas hijau-kecoklatan. Tumbuhan ini berakar pada tiap-tiap ruasnya
dan batangnya mengeluarkan getah putih. Kadang-kadang, liana (terna membelit)
ini membelit. Daunnya tunggal, letaknya tersebar, bertangkai dengan panjang 2–3
cm, bergetah warna putih dan keluar apabila dipatahkan. Daun sering meruncing ke
satu sisi, bervariasi, membundar telur, menjorong, membundar, mengginjal.
Helaian daunnya bulat memanjang, tebal, permukaan licin mengkilap, tidak
berambut, ujung dan pangkal terbagi, warnanya hijau, dan tepinya rata.
Kenapa disebut tapak kuda? Mungkin
ada diantara kita yang bertanya mengenai nama yang diberikan pada tanaman ini.
Disebut tapak kuda karena daunnya mirip tapal atau kaki kuda. Banyak orang
mengenal tanaman asal Asia tropic ini sebagai pegagan. Ada juga yang
menyebutnya antanan (Sunda), pacul goang (JaTeng), regedeg (Yogya), gan-ganan
(Madura). Di pasar-pasar Jakarta dan sekitarnya ia suka dijual dengan nama daun
antanan. Sebab, meski rasanya manis pahit, ia suka dijadikan lalapan.
Banyak yang meyakini bahwa tanaman
tapak kuda ini banyak mengandung senyawa
kimia yang sangat bermanfaat untuk obat. Pegagan atau tapak kuda ini banyak
digunakan masyarakat sebagai obat tradisional dan sudah dikenal sejak turun
menurun dari nenek moyang. Ada pun beberapa khasiat yang sudah dibuktikan oleh
para masyarakat seperti penyakit asam asiatat, asiatikosida, β-karotena,
β-karofilena, β-elemena, β-farnesena, β-sitosterol, brahminosida, asam brahmat,
iso-tankunisida, asam iso-tankunat, tankunisida, meso-inosito, asam askorbat,
niacin, velarine, kalium, natrium, magnesium, dan zat samak.
Dengan kata lain bahwa kandungan
senyawa kimia yang dimiliki oleh tanaman
tapak kuda ini banyak dipakai sudah terbukti ampun sebagai obat tradisional.
Tanaman ini tidak saja di Indonesia yang jadi jadikan obat, namun di berbagai
Negara Asia Timur. Bahkan sejak zaman kuno, tanaman ini sudah dipakai sebagai
obat penyakit kulit, gangguan system saraf, maupun peredaran darah. Bagi Anda
yang memiliki bisul, mungkin daun tapak kuda ini adalah salah satu alternatif
terbaik karena daun ini jika di panaskan dan di tempelkan di koreng atau bisul,
maka ia bisa mengeringkan atau menghisap darah dan nanah nya. Selanjutnya di
India sendiri tanaman ini dipakai sebagai obat antidisentri. Negra tetangga
yang kerap di sapa dengan negri jiran/ Malaysia, juga menggunakan daun ini
sebagai tonik dan minuma segar, ia juga jadi bahan infuse untuk penyembuhan
gangguan liver. Dia juga menjadi obat bronchitis, asma, radang lambung,
disentri, gangguan ginjal, dan infeksi saluran kencing. Di Indonesia juga
dipakai sebagai peluruh kencing, pembersih darah, disentri, radang usus, sakit
perut, batuk, lepra, dan kehilangan nafsu makan.
Tahukan Anda bahwa tanaman ini juga
memiliki efek antiinflamasi, antibiotic, antidemam, antidiuretik, dan
keratolitik. Bahkan, tanaman tapak kuda ini diyakini memiliki antibiotic dan
antiinflamasinya tergolong tinggi hinga berguna pula sebagai antibakteri. Tak
heran jika ia efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka,
lepra, radang tenggorokan, radang lambung, hingga disentri. Tapak kuda bisa digunakan untuk mengobati reumatik, pembengkakan gusi, sakit otot, sakit gigi dan wasir.

No comments:
Post a Comment